User Profile

Ganbold Locked account

ganbold@tomes.tchncs.de

Joined 2 years ago

engulf any books, primarily self help, career, finance, and adventure/rom-com fics

This link opens in a pop-up window

Ganbold's books

Currently Reading

Read

ANAK KANTORAN (Indonesian language, Penerbit Gramedia Pustaka Utama)

Tes bosmu. Bagaimana ia bereaksi ketika kamu membuat kesalahan? Marahkah? Membimbingkah? Mengayomikah? Apa responsnya ketika kamu "ribut" dengan departemen lain? Apakah dia pasang badan untuk kamu atau membiarkan kamu menyelesaikan masalahmu sendirian?

Dari sana, kamu bisa memahami seperti apa karakter bosmu, apakah dia sungguh-sungguh ingin kamu berkembang atau sekedar memanfaatkan kamu. Cepat atau lambat pasti akan kelihatan, kok.

ANAK KANTORAN (Page 133)

cepat atau lambat, kita akan berhadapan dengan kondisi-kondisi di atas. dan cepat atau lambat, kita juga dapat melihat sosok seperti apa bos atau atasan kita.

lalu bagaimana jika kita tidak cocok dengan bos kita? ada banyak pilihan. adaptasi, atau minta ke atasan dari atasan kita untuk pindah tim sehingga bertemu dengan bos baru, atau pindah tempat kerja. begitu banyak opsi

ANAK KANTORAN (Indonesian language, Penerbit Gramedia Pustaka Utama)

-kamu harus punya advocates, yaitu orang-orang yang jadi cheerleader kamu di kantor. Kamu harus punya advocates di setiap level. Bagaimana cara agar punya advocates? Untuk merek yang levelnya di bawah kamu, treat them nice. Pengalaman mereka bekerja di dalam tim kamu akan jadi aroma yang harum bagi tim lain, jika kamu memperlakukan mereka dengan baik. Untuk yang selevel dengan kamu, bekerjalah dengan profesional. Jadilah rekan kerja yang bisa diandalkan. Untuk level bos-bos di atas kamu, pastikan kamu dikenal dan berani "maju ke depan", supaya kelihatan.

ANAK KANTORAN (Page 131)

oh ternyata sebutannya adalah advocates. rasanya memang kita bakal lebih sering bekerja dengan yang se-level atau dengan yang di bawah. jarang dengan yang di-atas.

tapi intinya harus berani untuk berkomunikasi dan berpendapat dengan atasan.

quoted ANAK KANTORAN

ANAK KANTORAN (Indonesian language, Penerbit Gramedia Pustaka Utama)

-di buku berjudul The Career Architect Development Planner Book. Menurut model ini, dalam proses development, kita bisa belajar dari tiga sumber: - On-the-job experience yang punya kontribusi sebesar 70% - Mentoring dengan kontribusi sebesar 20% - Pembelajaran formal melalui kelas dan buku yang berkontribusi sebesar 10%

ANAK KANTORAN (Page 119 - 120)

ternyata pembelajaran formal/informal itu hanya berkisar 10-20% saja. dibandingkan dengan OTJ yang bisa sampai 70%. artinya, apa yang kita lakukan di pekerjaan, pembelajaran2 yang kita lakukan di pekerjaan juga, itu bisa boost up diri kita sebanyak itu, dibandingkan dengan apa yang kita lakukan di luar pekerjaan.

ANAK KANTORAN (Indonesian language, Penerbit Gramedia Pustaka Utama)

Reflection - Apa saja pencapaianmu selama ini? (Baik dicapai saat kamu ada di posisi dan perusahaan saat ini maupun dari tempat kerja sebelumnya) - Skill apa saja yang sudah kamu kuasai? - Jenis pekerjaan apa yang kamu nikmati dan kurang kamu sukai? - Skill apa yang dibutuhkan untuk promosi tapi belum kamu kuasai? Plan - Apa rencanamu ke depan di perusahaan ini? - Rencana apa yang sudah disiapkan oleh atasanmu di perusahaan ini? (Ini bisa kamu peroleh dari hasil diskusi dengan atasanmu) - Bagaimana rencanamu untuk bisa meningkatkan skill yang saat ini belum kamu kuasai?

ANAK KANTORAN (Page 118)

hal-hal yang bisa di-refleksikan secara rutin dalam perjalanan karir

ANAK KANTORAN (Indonesian language, Penerbit Gramedia Pustaka Utama)

Aku melihat karier seperti rangkaian jalur angkutan umum. Ada nomor-nomor bus tertentu yang hanya akan melewati jalan tertentu. Akan tiba saatnya, karena tujuan kita berbeda dengan tujuan bus tersebut, kita harus turun dan pindah ke bus lain-transit. Selama kita berada di dalam sebuah "bus", jadilah penumpang yang baik, dukunglah kemajuan perusahaan, dan kerjakan pekerjaan yang baik. Tapi, jika "bus" yang dinaiki dirasa sudah tidak lagi sesuai dengan tujuanmu, maka turunlah dengan baik-baik pula. Kemudian, temukan "bus" baru yang cocok untukmu.

ANAK KANTORAN (Page 114)

perumpamaan dengan bus ini menarik

ANAK KANTORAN (Indonesian language, Penerbit Gramedia Pustaka Utama)

-jangan beri ruang untuk orang lain memberikan penilaian yang salah terhadapmu. Selalu berikan performa terbaikmu, terlepas dari buruknya sistem maupun seberapa membosankannya pekerjaanmu.

ANAK KANTORAN (Page 102)

jadi sebetulnya kita masih bisa intervensi penilaian orang terhadap kita, dengan cara salah satunya ya selalu tunjukkan kondisi atau performa terbaik dari kita sehingga itu bisa mematahkan persepsi jelek mereka ke kita

ANAK KANTORAN (Indonesian language, Penerbit Gramedia Pustaka Utama)

Yang kedua, jangan terlalu baperan. Kalau kita dikit-dikit sebal dengan teman kantor, atau take things too personally, ini justru bisa merugikan kita. Mood kita jadi gampang rusak, dan belum tentu hal yang bikin kita baper itu terjadi secara sengaja.

ANAK KANTORAN (Page 93)

don't give a f*ck memang adalah ilmu yang penting sehingga kita bisa menjalani hari tanpa merasa berat hati

ANAK KANTORAN (Indonesian language, Penerbit Gramedia Pustaka Utama)

Berdamailah dengan kenyataan. Beradaptasilah. Tidak perlu menuntut kantor, atasan, atau rekan kerja berubah untukmu karena memang hal tersebut tidak akan terjadi. Sekuat tenagamu, temukanlah kantor yang nilainya sejalan dengan nilai pribadimu, karena pada akhirnya, after all is said and done, setiap orang bertanggung jawab atas karier dan kebahagiannya masing-masing.

ANAK KANTORAN (Page 90)

pada akhirnya memang, take it or leave it. take it? ya adaptasi.

ANAK KANTORAN (Indonesian language, Penerbit Gramedia Pustaka Utama)

-tidak ada kantor dan hubungan yang sempurna. Justru perjuangan kita untuk mencari kantor yang ideal dengan terus menuntut rekan kerja untuk sempurna hanya akan berujung pada patah hati, karena cepat atau lambat, kita akan menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Sebesar apa pun kantornya, secerdas apa pun karyawannya, setinggi apa pun sekolahnya, cepat atau lambat, semua manusia di sekitar kita akan menunjukkan ketidaksempurnaannya.

ANAK KANTORAN (Page 78)

embrace the odds

ANAK KANTORAN (Indonesian language, Penerbit Gramedia Pustaka Utama)

Ya, ada dokumen yang dibuat oleh perusahaan berjudul "Peraturan Perusahaan" yang memuat semua peraturan yang harus dipatuhi karyawan perusahaan. Peraturan ini bisa kamu minta ke staf HR kemudian kamu baca baik-baik.

Seminggu pertama di kantor baru, kamu pasti punya banyak waktu sendiri. Habiskan dengan memahami peraturan di kantor baru, agar kamu tidak hanya tahu apa yang tidak boleh dilanggar, tapi juga mengerti apa hakmu sebagai karyawan.

ANAK KANTORAN (Page 69)

jadi tidak apa apa jika seminggu pertama kita tidak produktif, manfaatkan waktu tersebut untuk belajar, utamanya mempelajari peraturan perusahaan supaya bisa tau betul apa hak dan kewajiban kita

ANAK KANTORAN (Indonesian language, Penerbit Gramedia Pustaka Utama)

Bagiku, dalam melalui probation demi probation dalam perjalanan karier, tujuannya adalah untuk menemukan tempat di mana nilai yang aku berikan atas diriku sendiri akhirnya sepadan dengan nilai yang diberikan perusahaan atasku. Selama aku belum menggaji diriku sendiri dan masih mengandalkan pemasukan dari perusahaan, aku harus terus berusaha memperhatikan dan meningkatkan nilai tukarku

ANAK KANTORAN (Page 48)

bagian ini agak butuh waktu untuk dicerna. tapi inti yang didapatkan, berjuang hingga merasa bahwa apa yang kita terima dari perusahaan dan apa yang kita berikan kepada perusahaan itu setara. berjuang untuk meningkatkan salah satu sisi sehingga bisa seimbang. selama masih belum bisa memberi gaji pada diri sendiri tanpa perusahaan.

ANAK KANTORAN (Indonesian language, Penerbit Gramedia Pustaka Utama)

kamu bisa selalu memilih bagaimana kamu akan bersikap

-

Bos bisa berteriak kepada kita. Rekan satu tim bisa bekerja tidak sesuai arahan. Kejadian-kejadian ini ada di luar kendali kita. Tapi, apa yang menjadi interpretasi dan reaksi kita, itu sepenuhnya ada di dalam kendali dan izin kita.

ANAK KANTORAN (Page 46 - 47)

secara konsep, setuju, pada akhirnya semua itu ada pada kita. ibarat mau seabsurd apapun dunia ini, apakah kita akan ikut pada absurd itu, melawan absurd itu, atau bersikap biasa saja, itu semua ada pada kita, beserta konsekuensinya.

untuk bisa survive, kita tidak menimbulkan konflik baru, dan dapat menerima hal2 yang kurang nyaman tadi.

ANAK KANTORAN (Indonesian language, Penerbit Gramedia Pustaka Utama)

Tiap orang punya tingkat toleransi yang berbeda. Sangat penting untuk tahu di awal apa saja "lampu kuning" yang kamu temui saat sedang probation.

ANAK KANTORAN (Page 40)

quote karena betul bahwa tiap orang punya tingkat toleransi yang berbeda. tapi disini yang perlu digarisbawahi lebih kepada mengetahui di awal apa saja lampu kuning pada saat probation.

artinya, pada saat probation, kita juga menilai, apa saja yg kira2 akan menjadi ancaman atau hal yang tidak menyenangkan di esok hari. karena bisa jadi pada saat sudah berjalan, kita melupakan rambu2 itu, dan tanpa sadar kita sudah berada di suatu tekanan yang membuat kita burnout tanpa kita ketahui penyebabnya.

ANAK KANTORAN (Indonesian language, Penerbit Gramedia Pustaka Utama)

Tentunya kita semua ingin dievaluasi secara fair dan terukur. Jika perusahaan tidak bisa memberikan penilaian secara terukur, akan sulit membicarakan insentif dan bonus di akhir tahun yang nilainya ditentukan dari performa perusahaan dan pencapaianmu. Jangan biarkan kerja kerasmu tersia-siakan. Pastikan kamu memahami proses penilaian kinerja di kantor tempatmu bekerja.

ANAK KANTORAN (Page 40)

rasanya memang ini hal yang penting, untuk terus terang, dan memiliki pandangan yang sama. sering kali dengar cerita dari kerabat, atau mungkin tanpa sadar mengalami sendiri, adanya evaluasi yang kurang fair dan bahkan melalui perasaan tanpa ukuran yang jelas.

jangankan bonus akhir tahun, bisa bekerja dengan tenang dan nyaman saja sudah bersyukur